Langsung ke konten utama

Siapa Itu SRO?

Pernah dengar kata IDX ga? 

Pernah dengar kata BEI ga? 
Masih bingung? 

Lagi deh, tahu KSEI ga? Tahu KPEI ga? 

Era digital sekarang terutama yang punya media social pasti mulai kenal sedikit-sedikit lembaga diatas. Nah sekarang kita akan kenalan dengan nama-nama lembaga di atas. Siapa sih mereka? 
Pasar modal Indonesia mempunya badan atau lembaga yang tugasnya mengatur agar proses transaksi jual beli saham atau efek lainnya dapat berjalan baik tanpa terjadi kecatatan. Lembaga yang mengatur itu dikenal dengan nama Self Regulatory Oraganization atau disebut SRO yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan Kliirng Penjamin Efek Indonesia. 

1. Bursa Efek Indonesia 
Bursa Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange yang banyak disingkat IDX ini adalah lembaga yang bertugas untuk menyediakan infrastruktur pasar modal yang dimulai dari sistem pencatatan perdagangan, aturan perdanganan, mekanisme perdagangan dan kewenangan dalam pengawasan. Pencatatan perdagangan yang dimaksud yaitu transaksi efek yang ada di pasar modal Indonesia seperti saham, reksadana, obligasi, sukuk, ETF, dan derivatif. 

2. Kustodian Sentral Efek Indonesia 
Kustodian Sentral Efek Indonesia adalah lembaga yang bertugas untuk jasa kustodian sentral dan penyelesaian semua transaksi efek seperti tempat penyimpanan efek dalam bentuk scriptless atau catatan elektronik, mendistribusikan hasil dari kegiatan perusahaan (corporate action), dan tempat penyelesaian yang berkaitan dengan administrasi efek. 

3. Kliring Penjaminan Efek Indonesia 
Kliring Penjaminan Efek Indonesia merupakan lembaga yang dapat dikatakan penjamin hak dan kewajiban transaksi efek di pasar modal Indonesia sehingga potensi gagal bayar atau gagal serah terima efek dapat diminimalisir. Selain itu, KPEI yang menjadikan singkatan dari Kliring Penjaminan Efek Indonesia mempunyai tugas sebagai tempat jasa pinjam meminjam efek dan dapat menawarkan jasa lain di lingkungan pasar modal. Kehadiran KPEI dapat membantu kepastian transkasi efek dalam penyelesaian transaksi bursa. 

Selain SRO yang sudah kita pelajari, masih banyak juga loh lembaga-lembaga lain yang turut membantu membangun pasar modal Indonesia sampai berkembang di era milenial. Siapa aja mereka? Yuk kita liat struktur pasar modal Indonesia di bawah ini 
Souce: BEI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NFP Hanya 12.000! Bagaimana Reaksi The Fed di FOMC November 2024 ?

Sumber: Bloomberg Data Non-Farm Payrolls (NFP) terbaru menunjukkan hasil mengejutkan: hanya 12.000, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 100.000. Angka ini membuat banyak pihak berspekulasi mengenai arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) dalam pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) pada 6-7 November 2024. Yuk, kita kupas bagaimana data ini bisa memengaruhi keputusan suku bunga The Fed dan apa dampaknya bagi pasar! Apa Itu NFP dan Mengapa Penting untuk The Fed? Non-Farm Payrolls atau NFP adalah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang mencakup jumlah pekerja baru, kecuali sektor pertanian. Data ini sering menjadi acuan untuk melihat kesehatan ekonomi AS. Jika NFP tinggi, ekonomi dianggap sedang tumbuh dan lapangan kerja melimpah. Sebaliknya, NFP yang rendah bisa jadi tanda pelemahan ekonomi. Dengan hasil yang jauh di bawah ekspektasi, angka NFP kali ini mengindikasikan kemungkinan penurunan aktivitas ekonomi. Dalam konteks ini, The Fed perlu mempertimbangkan apakah merek...

Setiap Lonjakan Minyak Selalu Berujung Resesi, Apakah 2026 Akan Mengulang Sejarah?

Ada satu pola yang hampir tidak pernah gagal dalam 165 tahun terakhir: ketika harga minyak melonjak tajam, ekonomi global biasanya menuju krisis. Ini bukan opini, tapi fakta historis. Dari data panjang sejak abad ke-19, setiap spike besar selalu punya “nama”: 1864: Perang Saudara AS 1973: Embargo minyak Arab 1979: Revolusi Iran 1990: Perang Teluk 2008: Krisis finansial global Lonjakan harga minyak global sepanjang sejarah yang dipicu oleh krisis geopolitik,  Sumber:   Goldman Sachs Global Investment Research , Bloomberg, Federal Reserve , BP Statistical Review, Haver Analytics Dan sekarang, 2026 kita kembali melihat pola yang sama. Menurut laporan Goldman Sachs , lonjakan harga minyak saat ini memang signifikan, tetapi masih lebih kecil dibandingkan krisis 1980 dan 2003. Sekilas terlihat “belum berbahaya”. Namun justru di sinilah letak risikonya: pasar bisa jadi sedang meremehkan situasi. Kenapa minyak sangat krusial? Karena minyak adalah “jantung” ekonomi global. Ketika harg...

Market Anomali 2026: Rupiah Melemah, IHSG Menguat

Pasar keuangan Indonesia memasuki fase yang semakin kompleks di awal 2026. Tekanan eksternal berupa penguatan dolar AS dan meningkatnya sentimen risk-off global mendorong pelemahan Rupiah ke level yang semakin rentan. Namun, di tengah tekanan nilai tukar tersebut, pasar saham domestik justru menunjukkan resiliensi, tercermin dari penguatan IHSG yang didorong oleh valuasi saham yang semakin atraktif bagi investor asing, khususnya di sektor perbankan besar . Outlook Nilai Tukar Rupiah Rupiah masih berada dalam tren pelemahan dengan potensi bergerak menuju kisaran Rp17.077-Rp17.161 per USD. Tekanan utama berasal dari: Penguatan dolar AS sebagai global safe haven di tengah ketegangan geopolitik global . Fenomena risk-off, di mana investor global mengalihkan dana ke aset berisiko rendah. Secara regional, Rupiah tercatat sebagai salah satu mata uang dengan performa terlemah di Asia Tenggara , menandakan tekanan eksternal yang relatif lebih besar dibanding negara peers. Pelemahan Rupiah...